<blink>Benteng Wasidakari</blink> | PARIWISATA MUNA


Benteng dibuat kira-kira sekitar tahun 1527 - 1538 pada masa raja sugi manuru yang memerintah dimuna. Sugi Manuru pernah diasingkan oleh Belanda ke ternate, pulang dari ternate Sugi Manuru memebawa Putri Raja Ternate bernama Wasarone.
Raja Ternate mengirim tentara Tobelo untuk datang ke Muna mencari putrinya yang di bawa Sugi Manuru sari Ternate ke Muna. Pasukan tentara Tobelo dapat dapat dikalahkan oleh Lakinoponto ( murhum ) yang mengantian sugi Manuru ( ayahnya ) tahun 1538 - 1541. Wa sorono ( putri ) Raja ternate dijadikan istri kedua Sugi manuru.

RIWAYAT SINGKAT WASIDAKARI

WA Sidakari adalah putri satu- satunya diantar 7 orang bersaudara dari istri kedua seibu - se bapak atau pasangan Wa Soronedengan Sugi Manuru.
ketujuh saudara mereka ada diwilayahnya untuk membangun benteng perkemahan masing - masing.
1. Wa Sidakari wilayahnya di kosaka nama benteng Wa Sidakari
2. La Kakolo wilayahnya di Lohia nama bentengnya LA kakolo
3. La Pane wilayahnya di Wakumoro nama bentengnya La pane
4. La Kakoda wilayahnya di wasicangka nama bentengnya La kakoda
5. La mangkutara wilayahnya di lahontohe nama betenya La Mangkutara
6. La tenderdata wilayahnya di Bombonowule nama bentenya La Tenderdado
7. La Kulipapota wilayahnya di bangkudu nama bentenya La kulipapota

Benteng di buat untuk mencegah serangan balasan dari tentara Tobelo dan benteng di buat semua menghadap kelaut.Putra dan Putri Istri ke dua ditigaskan sebagai pasukan keaman dalam wilayah kerajaan ayah mereka sedangkan putra dan putri dari istri pertama Sugi manuru adalah sebagai pewaris kerajaan atau penguasa Istri pertama Sugi Manuru adalah Wa Tibapola.
Putra Dan Putri Wa Tibapola adalah:
1. Kobangkuduno ( La Pasola )
2. Murhum ( la Kilaponto )
3. karawawono ( Rampei Sombo )
4. Wa Ode Pogo

Demikianlah riwayat singkat benteng / situs dan riwayat singkat Wa Sidakari.

Categories:

Leave a Reply