<BLINK>MUNA DALAM PERKEMBANGAN</BLINK> | PARIWISATA MUNA


Kalau dahulu Kabupaten Muna terkenal dengan jati serta komoditi lain , saat ini jati Muna yang terkenal itu telah menghampiri kepunahannya, biji jambu mete asal Muna sudah jarang kita temukan di Kendari maupun daerah lain pada hal sebelumnya biji jambu mete sangat indentik dengan Kabupaten Muna. Demikian juga halnya dengan komoditi hasil pertanian, perkebunan dan peternakan.

Kondisi Muna saat ini, khususnya perkembangan ekonominya bila dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain yang ada di Sulawesi Tenggara, maka kiranya tidaklah berlebihan kalau dikatakan cukup tertinggal. Sebagai salah satu indikatornya adalah dimana daerah lain setiap hari entah itu pagi maupun sore hari bahkan juga pada malam hari kita dapat melihat aktifitas yang memobilisasi hasil-hasil pertanian, perkebunan dan peternakan mereka berupa beras, kedelai, jagung mudah, ubi-ubian, jeruk manis / jeruk cina, nenas, biji kakao, pisang, rambutan, kacang panjang, ayam dan telur serta berbagai komoditi lainnya yang kesemuanya tentu saja dapat meningkatkan pendapatan masyarakatnya, sementara di kalangan masyarakat Muna kegiatan seperti itu nyaris sudah tidak kelihatan lagi.

Kemudian daripada itu bila kita melihat infrastruktur dasar wilayah di Kabupaten Muna terutama jalanan, hampir di semua wilayah telah mengalami kerusakan yang sangat parah. Demikian pula bila dilihat dari sarana untuk bergeraknya perekonomian masyarakat berupa pasar. Mungkin tidak berlebihan kalau kita mengatakan bahwa Raha merupakan satu-satunya Ibu Kota Kabupaten yang tidak memiliki pasar permanen, padahal sekitar tahun 1995 lalu Raha masih memiliki pasar yang permanen. Kondisi seperti ini sudah tentu akan berakibat deselerasi pada upaya pengembangan perekonomian, terutama pengembangan ekonomi yang dilakukan secara langsung oleh masyarakat.

Namun demikian pada sisi lain tidak berarti bahwa Kabupaten Muna tidak mengalami kemajuan. Wilayah Kota Raha saat ini telah diperluas ke arah laut (reklamasi pantai), pengembangan dermaga, pembangunan sarana oleh raga (sor), kantor Bupati yang representatif, pelabuhan Angkutan Sungai dan Penyeberangan (Ferry Tondasi) serta masih banyak lagi sarana lainnya yang telah berhasil dibangun.

Dalam waktu yang tidak lama lagi, Kabupaten Muna akan mengalami pergantian kepemimpinan. Masyarakat sudah jelas menaruh harapan baru dan besar kepada sang pemimpin baru itu. Dengan demikian maka pemimpin baru tentu saja sudah memotret dan merekam secara detail apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Muna saat ini dan telah menentukan langka-langka strategis yang akan ditempuh dalam upaya akselerasi atau percepatan pelaksanaan pembangunan terutama pembangunan ekonomi kerakyatan agar masyarakat Muna dapat mengejar ketertinggalan perekonomiannya untuk dapat mensejajarkan dirinya dengan masyarakat di daerah lain.

Disamping langka-langka strategis yang akan ditempuh oleh pimpinan daerah yang akan datang, hendaknya kegiatan-kegiatan perekonomian yang pernah dilakukan oleh masyarakat sperti pertanian, perkebunan dan peternakan sebagaimana diurai diatas perlu terus dikembangkan, pemerintah sedapat mungkin mendorong, memfasilitasi, membimbing bahkan perlu memberikan bantuan nyata berupa akses permodalan, pengolahan lahan, bibit unggul, pupuk, bimbingan teknis serta bantuan untuk mencarikan pemasaran hasilnya. Untuk mengembangkan pertanian, perkebunan dan peternakan di Kabupaten Muna masih terdapat potensi yang cukup besar karena lahan-lahan untuk kegiatan seperti itu masih cukup tersedia dan imemadai.

Sebagai tanaman jangka panjang, hutan jati yang saat ini sudah hampir punah sangat perlu mendapatkan porsi perhatian yang besar guna mengembalikan nama Muna sebagai daerah penghasil jati. Untuk mengembalikan Muna sebagai daerah penghasil jati tidak akan banyak mengalami hambatan karena sebahagian masyaarakatnya masih memiliki kepedulian akan tanaman jati. Sebagai bukti kepedulian itu, adalah adanya ininsiatif langsung dari masyarakat untuk menanam jati yang jumlahnya saat ini telah mencapai skitar 130.000 Ha (baca Faisal Danu, Kendari Pos 7 juli 2010 hal. 4).

Harapan masyarakat Muna untuk hidup lebih sejahtera pada masa yang akan datang bukanlah merupakan hal yang mustahil untuk diwujudkan bilamana pertanian, perkebunan, peternakan serta usaha-usaha lainnya digalakan secaara terus menerus oleh pemerintah dan disambut serta didukung oleh semua kalangan masyarakat Muna.

Sebagai program jangka pendek untuk pengembangan perekonomian masyarakat Muna, mungkin pengembangan pertanian jagung bisa menjadi salah satu pilihan karena masyarakat Muna sudah sangat familiar dengan tanaman ini. Dengan demikian, masyarakat cukup didorong untuk mengolah lahannya yang telah tersedia, sementara pemerintah berusaha untuk menyiapkan bibit unggul, pupuk, bantuan pendamping teknis serta mencarikan calon pembeli dalam jumlah yang besar. Disamping untuk dijual dalam bentuk gelondongan, jagung juga sangat memungkinkan untuk menjadikan Kabupaten Muna sebagai pemasok pakan ternak (Cargil) karena jagung bisa menjadi bahan dasar pembuatan cargil. Hal ini akan bisa mendorong pengembangan industri rumah tangga (Home Industry) dan selanjutnya masyarakat juga dapat menjadi peternak terutama unggas (ayam kampung).

Pengembangan ifrastruktur dan perluasan wilayah perkotaan dengan reklamasi pantainya telah banyak mendapatkan perhatian pada pemerintahan saat ini, oleh karena itu pemerintahan yang akan datang sudah saatnya mengarahkan pembangunan perekonomian dan infrastruktur di wilayah pedesaan. Dengan demikian diharapkan ekonomi kerakyatan dapat digerakkan dengan maksimal sehingga masyarakat dapat menikmati kehidupan yang lebih sejahtera yang apada akhirnya daya saing dan Human Developent Indeks (HDI) bisa terdongkrak. (Ian)-

Categories:

Leave a Reply