KEMBANG BERKARANG | PARIWISATA MUNA

KEMBANG BERKARANG
untuk seseorang di kejauhan


Sungguh, bukannya aku mungkar
sebab engkau mendengar semak belukar
bertandang di kejauhan sendiri berdiri memecah
kokoh itu bukan miliknya
dikeramaian banyak yang lebih tangguh meradang
mengguling kematian satu demi satu lewat butiran kata
aku pasrah, mengapa masih menancap maut dibibir
kalau saja keranda mayat itu mesti bertabur intan
bukan hanya aku yang ber tandang, di lumat pun jadi

Enam tahun itu teramat dekat di tenggorokanmu
sebab engkau memiliki dua belahan tengkur
yang peranannya mengamati nikmat pahitnya
megguling kematian dan hidup di telapak tangan
sudah bisakah dia ciptakan cinta di dua belahan jiwa
sementara batu bertabur karang tanpa kembang
memang jiwa mereka terhunus dalam ketakutan
sebab bulan itu takan pernah purnama di mata

Sayang, egoisme, kekuasaan, rimba menyandangnya
dimana aku, kau atau dia tak terlibat di dalamnya
sebab jalan panjang itu mengintip di depan kapan
tibanya kedua mempelai di garis finis
sedang siaran berita masih panjang untuk di tonton
sadarkah engkau betapa pedihnya teriris waktu

Categories:

Leave a Reply