Tawamu Digubuk Tua | PARIWISATA MUNA

Tawamu Digubuk Tua
Untuk……… siapakah kau


Dulu, sepeninggal kisah Romi dan Juliet terpanggang
kini, kisah itu terbaca oleh narrator “tubuhku”
sebetulnya aku tidak pandai perpanjang kata untuk lamunan
sebab aku hanya panjang di jiwajiwa penasaran
yang bukan nafasnya ku sendat, tapi tersedot ia “idiot”
menunggu malam berubah siang di jurang liang

Orang menyumpat rembulan lalu tersenyum di mentari
ingin kufahami maknamu, bukan di awan tapi dihati
tahukah engkau,rumah itu aku temui bertingkat tiga
jelas aku teringat dedaunan telah menjadi kering
sayang kupaksapun, namanya kering tetap saja kering

Singkatnya, bukan darah sedarah
sejujurnya aku tidak tahu menamaimu seperti apa
katamu pantai kau suka, “Subhanallah”
dapatkah kau berlabulah seperti matamu dimalam hari
kemudian tibalah sebuah penantian didepan mata
aku senang dengan caramu menyamar sebagai petapa
sayangnya ………………………………………
aku
kamu
dia

lalu mereka

Sahabatmu
keluargamu

kemudian orang lain

adik
kakak
kemanakan
sepupu

Sudah sering kau dengar kisahkisah perantau mengembara
karena buaian jiwa terpenggal dikerinduan menanti
ini hanya sambungan dari singkat sebelumnya
bukan pacar sehari tapi takut akan kegagalan
jauh sebelumnya telah kita raba apa yang mereka rasa
bukan rasa, namun sara yang tidak perlu di ubar

Aku hanya menuliskan ombak mengejar pantai
kapal mengejar dermaga, lalu
sampai dihati yang mengejar nafsu di ubunubun
begitu pula dengan malam yang tak kunjung tibanya pagi
begitu tahu, aku hanya melamun dalam sedih
kapan aku dapat melukis cinta di awangawang
bukan untuk ku, namun untuk semua yang suka
agar lidah tahu, kalau suka tidak sebatas suka, tapi juga luka

Jika tahu, kalau kau dulu bukan sekarang
atau sekarang bukan nanti
pasti kau kutemukan kemudian
dan …………………ha ha ha ha puaskah engkau?




RGM. 170050007

Categories:

Leave a Reply