AMBISI | PARIWISATA MUNA

AMBISI

Terlihat seorang perempuan sedang mondar-mandir seperti nya sangat gellisah Ibu ria : wah......kalo begini rterus bisa gawat mana barangnya belum datang ....! ( datang seorang menghampiri )
Ibu ros :    hai.....sepertinya gelisah sekali, apa ada yang hilang bu...? Ibu ria : ah.... tidak ada apa apa kok      bu...! ibu mau kemana...?

 Ibu ros : oh....anu ada yang sedang saya tunggu, biasa teman, kenalkan nama saya ros( kenalan ) ( terlihat si bu ria sepertinya lagi gemetar mirip orang sedang sakit ) Ibu ria : maaf ya bu saya lagi kurang enak badan Ibu ros : memang ibu lagi sakit apa...?

 Ibu ria : ( seperti kebingungan lalu menjawab ) ah.....biasa cuman agak pegal-pegal kune Ibu ros : ow.....kalo begitu ibu harus banyak istrahat ( namun si b sepertinya penasaran dengan tingkah laku bu ria lalu ia pamitan)

 Ibu ros : kalo begitu saya tinggal ya bu .....( lau ia pergi ) Ibu ria : sial kalo begini saya bisa ketahuan ingka ( sambil kesal ) kenapa lama sekali dia ( datang ibu nen )


Ibu nen : sudah lama bu....? sudah tidak usah ragu Ibu ria : eh.. barangnya mana,,,? Ibu nen : tenang saja dijamin ada dan bagus kune ( sambil menoleh kiri kanan lalu mengeluarkan ) Tapi harus ko bayar sekarang karena bos juga tidak mau di hutang

Ibu ria : kalo soal uang tidak usah ragu ( lalu membayar)

 Ibu nen : eh....! bu sekarang kita harus waspada karena kita sudah tercium oleh petugas

Ibu ria : terserah......ibu tenag saja suami saya yang akan megurus semua ( di kejauhan ibu ros mengintai transaksi mereka dan setelah ibu nen pergi ia pun kembali )

Ibu ros : ehem.......( ibu ria kaget ) sepertinya ada barang bagus ya...?

 Ibu ria : ah........tidak ada apa – apa, masud ibu barang apa...?

 Ibu ros : hati – hati bu barang seperti itu bisa merusak kune bu..

 Ibu ria : ibu ada – ad saja, barang apa...? ( lalu mereka keluar ) ( terlihat seorang penjual menawarkan minumannya kepada orang yang lewat dengan berpakaian compang camping )

 penjual : aqua....minumannya bu....pa.....( sambil mengulas keringatnya tiba – tiba seorang menghampiri )

 Ibu ria : hei......sini....minumannya berapa...?

penjual : yang mana bu..?

 Ibu ria : kalo minuman fanta berapa..?

penjual : Cuma lima ribu kalo aqua tiga ribu lima ratus bu...

Ibu ria : aquanya saja 1 botol ( lalu membayar ) a........maaf kalo boleh tau ibu tinggal di mana..?

penjual : rumah saya tidak jauh dari sini

 Ibu ria : penghasilan ibu dengan berdagang sehari – hari berapa..?

penjual : paling juga 20.000 itu juga kalo dagangannya nabis kasian

Ibu ria : oh........begitu ya...? ( sambil menoleh ke tempat lain ) eh bu sini......ibu mau kehidupan ibu jadi meningkat..?

 penjual : mau dong bu, tapi dagangan saya kan Cuma sebanyak ini bagaimana bisa meningkat kasian ibu..............!

 Ibu ria : sudahlah ibu tidak usah lagi berdagang minuman ( menarik sambil berbisik ke tempat lain lalu memperlihatkan barang )

penjual : ah yang benar saja bu.....ini kan barang haram

Ibu ria : hei bu dengar dulu kune....barang ini kalo ko jual untungnya 100 kali lipat dari untung dagangan mu sekarang ( coba ko pikir dulu itu / BAHASA MUNA )

 penjual : ( berpura – pura berpikir ) tapi ibu dapat dari mana barang ini

Ibu ria : ibu tidak usah banyak tanya nanti juga ibu tau yang penting ibu banyak uang dulu to..? ( dengan bangga ibu ria mengeluarkan ungnya sedikit lalu meberikan pada penjual ) sebagai penglaris ibu saya kasi modal ( lalu pergi )

penjual : ( sambil menggeleng ) sepertinya ibu itu tidak ada puasnya sudah di kasi kekayaan malah di salah gunakan, apa suaminya tidak tau kalo istrinya seorang pengedar...? tapi mungkin saja ada benarnya....sa coba saja dulu ( terlihat ibu nen sedang mondar mandir di halaman sambil mengisap sebatang rokok tidak berapa lama datang dua orang ibu ria sambil tersenyum )

 Ibu nen : kemana saja bu.......sudah lama saya menunggu bagaimana perkembangan...?

 Ibu ria : tenang saja kune sekarang kita harus melebarkan sayap supaya kita banyak pelanggan

 Ibu nen : oh jadi ko punya peluncur juga, siapa...? bisa di percaya kah..?

 Ibu ria : oh tenang saja kune kecuali dia tidak mau uang

Ibu nen : kalo bisa ko ajak dia datang disini supaya kita tau orangnya

 Ibu ria : tunggu mi sebentar lagi dia datang ( tidak lama kemudian muncul penjual dengan pakaian menor sambil tersenyum menghampiri yang lain )

penjual : slamat siang.....waduh maaf saya terlambat

Ibu ria : nah ini dia orangnya yang ceritakan tadi, bagaimana bu....sepertinya perubahan drastis

 penjual : ( sambil mengeluarkan uang hasil penjualannya sedang yang lain terkagum kagum lalu penjual menyodorkan ke ibu ria ) kalo bukan karena barang ini saya tidak mungkin berpenampilan seperti ini, ia to...?

Ibu nen : wah .......ini baru hebat.....kalo begini terus ibu tidak akan kesusahan dengan uang, kalo begitu mari kita ranyakan keberhasilan ini ( lalu mereka pesta narkoba bertiga sambil merokok mereka tertawa terbahak bahak, namun tidak disadari bahwa mereka telah di intai oleh para petugas dan langsung meyergap mereka yang sedang pesta )

 Ibu ros : jangan ada yang bergerak.......kalia semua di tangkap ( mereka tidak dapat berbuat apa apa )

 Ibu ria : ada apa ini......kalian belu tau siapa saya Ibu ros : nanti saja ibu jelaskan di kantor, ayo bawa mereka semua ( setelah menjalani hukuman ibu ria kembali ke rumahnya dan bertemu dengan ibunya)

Orang tua  : ( masuk sambil menyulam ) ya allah dosa apa yang telah saya perbuat ( masuklah seorang anak yang bukan lain adalah ibu ria )

Ibu ria : ibu….ibu…. maafkan saya bu saya tidak akan mengulangi perbuatan saya kembali Ibu : sudahlah anakku yang sudah terjadi biarlah terjadi untuk menjauhkan kamu dari perbuatan yang dulu ibu akan masukan kamu ke panti rehabilitasi ( lalu mereka keluar panggung )

Oleh Royan Ikmal  : di pentaskan Hari anti Narkoba

SEKIAN

Categories:

Leave a Reply