Gambaran dua warna | PARIWISATA MUNA


Gambaran dua warna
Utuk pasangan

Aku lihat deraiderai nistah bergelimpangan tanpa  tujuan
menusuk jiwajiwa kecil lalu  meronta  mengundang  amarah
kita adalah bagian dari pertunjukan yang kita sendiri pula menjadi sutradaranya
menggali makna, mencolek persoalan sampai kita sendiri tua dalam pikiran
 memang  belum larut malam untuk mencari intan  dalam hatimu
karna  kita belum juga  sampai di persimpangan jalan tuhan
lalu,  mengapa kita tidak rebahkan jiwa kita  walau berlumur  dosa..?
katamu dustaku mengambang dimatamu, mungkin itu gambaran kalau kita
hanya di takdirkan untuk berdua,  menyatu dalam desah nafas, warna kulit kita
setiap saat 2 warna, tidak akan pernah berubah, 

Aku berpesan kepadamu,  carilah pantai jika  pelabuhanku  belum juga mampu
untuk mempersiapkan dikau berlabuh, kita tidak bisa  mengadu  detak jantung kita
yang bergejolak  sedang mereka antara langit dan bumi, ini bukan masalah  siapa
siapa…siapa  dan siapa,   tapi  pertanyaannya  dari mana datangnya  badai itu
apa lagi yang belum kita sadari,  puluhan samudra  menunggu kita untuk dilewati
hatiku hatimu, rasaku juga rasamu,  adalah bagian dari hasrat  yang belum jua berkunjung
untuk menyampaikan pesan singkat dari lautan luas.  janganlah kita mengukir ulir di wajah
karna semestinya belum pantas  ia  menjadi gambaran perjuangan
fahamilah, kita hanyalah laron yang berterbangan di cahaya lampu  malam
takkala  siap menjadi mangsa  jikalau  tidak lagi mampu  mengepah sayap
kita  tidak hanya berdua, masih banyak yang lebih miris tenggelam di dasar samudra

Aku berpesan kepadamu.  Jagalah yang belum kita sadari.

  Roy, Rh, Nov, 11

Categories:

Leave a Reply