Sajak Rindu 1 | PARIWISATA MUNA


Sajak Rindu
Untuk bunda


Bunda… kutulis sajak ini, karna lelahletih bersemayam,
juga rindu yang berkelebat dahsyat, disana bunda terbaring mengerang rindu
katakatanya hingga ribuan kilo jauhnya, apakah engkau
pujangga yang kesakitan.? raut wajahnya berkelut kisah lampau
butiran beningpun menitih di celah kerutmu
disinikah awal dan akhirnya kisah itu?
sedang duka kudapati menancap di peraduan
lindap ia, nafasnya memekik, tuas matanya memelah sayup
mungkin ia sedang bersiapsiap ke sorga setelah 12 hari lamanya, dan  kami
terus mananti kapan ia kembali.

Bunda…aku rindu, 
wahai sang pencipta… bukankah rindu telah sering berjabat denganmu.
mendendang, melafalkan syairmu, berlomba dengan kokok  ayam memamanggil pagi
bahkan sampai menjemputnya kembali,
hidup memang bayang dari masa akhir, akhir yang menanti dengan jawaban
kita telah mengambil kesimpulan sendiri, dari perjalanan teramat panjang
belum tuntas semua, bagaimana ukiran bulan,bintang, matahari
belum lagi cinta, nafsu, keinginan, bingung,bingung,bingung…..!
semua hanyut dengan tuntasnya nafas yang berlomba
ketika bunda berjuang tanpa senjata, hanya iman yang sederhana
memperjuangkan soalsoal kehidupan yang mungkin telah mendapat nilai
tentunya kita sendiri belum tau,
oh.. sang pencipta, sakaratulmu teramat sacral,
 bisakah ia engkau berikan jalan lintas pelangi.?
engkaupun  tau kalau ia telah mempersiapkan
jawaban singkat dari soal kehidupan seorang bunda.

Bunda….selamat berpisah………….
aku dan mereka yang selalu bercermin dari
jatuh bangunnya prinsip mu untuk jawaban nanti
Bunda yang memiliki sorga.

Roy,  Kdi , Nov, 11

Categories:

Leave a Reply